Postingan

Dari Anak Bungsumu

Gambar
Mi, Anak bungsumu mohon maaf jika suatu hari nanti aku tak lagi tinggal bersamamu di istana yang selama ini kita tinggali bersama, karena aku tinggal bersama pasangan hidupku kelak. Bukan karena aku telah memiliki istri, lantas aku meninggalkanmu, bukan. Kita harus yakin, setelah ini jalan hidup kita akan lebih baik dari sebelumnya.  Mi, jasamu membesarkan dan mendidikku selama 25 tahun lebih, itu bukan hal yang kecil. Keringat dan darah perjuangan telah kau korbankan, bahkan lebih dari pada itu, nyawapun kau pertaruhkan demi anakmu ini. Aku tak bisa membayangkan betapa beratnya jadi umi, dengan penuh kesabaran dan keyakinan umi mampu mengurus keluarga seorang diri. Mi, Andai saja ada cara untuk membalas jasamu semua, pasti sudah ku balas. Namun nyatanya aku tak mampu. Hanya bakti dan abdiku saja yang bisa ku haturkan. Tapi jangan khawatir, kau telah mendidikku dengan baik. Anakmu telah belajar, bahwa tanggungjawab dan pengabdian seorang anak laki-laki bagi ibunya itu hingga ...

Pak, Aku Sarjana

Gambar
Aku masih teringat kau menggendongku kala kau ajak aku bermain, tubuhmu yang saat itu sudah mulai kering keriput tapi kau masih mampu menopangku yang mulai fasih berbicara. Dulu aku kadang malas-malasan saat kau meminta mencabut ubanmu yang mulai memutih dan memijit punggungmu yang kelelahan kelelahan sepulang bekerja. Kau lelaki yang hebat, selalu mengajarkanku arti kemandirian, perjuangan hidup dan selalu semangat dalam menghadapi sesuatu. Pak kau menghadirkan dan membesarkan kami anak-anakmu dengan penuh kesederhanaan, kebahagiaan kita cukup hanya ketika kita bisa makan bersama, itu sudah bahagia luar biasa. Dulu kau sering memotivasiku, bahwa aku harus lebih baik darimu, aku jangan sampai sepertimu, kesuksesanmu harus lebih dari ku, ungkapmu. Dan ku yakin do'amu tak pernah berhenti untuk istrimu dan keluarga mu. Pak, aku paham betapa berat jadi engkau, susah payah berjuang sejak muda demi menghidupi keluarga, kadang perjuanganmu tidak banyak yang mengapresiasi bahkan m...

Mengapa Allah masih Memberiku Hidup

Sampai detik ini, 8.700an hari ku hirup nafas di muka bumi dari sang Maha Kasih. Rabb-ku tak pernah menghitung berapa banyak nikmat yang telah dilimpahkan, tak pernah pula mengharapkan kembali balasan atas apa yang telah diberikan. Aku bertanya-tanya, "mengapa Allah masih memberi ku hidup?". Sekian amat banyak kesalahan yang telah diperbuat, dan amat sedikit ibadah yang aku persembahkan untuknya. Namun di titik ini aku sadari bahwa karna banyaknya dosaku itulah, Allah ingin aku membersihkannya. Dan karna sedikitnya ibadahku itulah, Allah ingin aku meningkatkannya terus. Aku bersyukur saat semakin berkurangnya jatah usiaku, Allah masih memberikan semuanya kepadaku. Terimakasih Allah, Allhamdulilla 'ala kulli haal

Menuju Usia Seperempat Abad

Daun berguguran satu persatu Tanpa terasa usiaku berkurang seiring berjalannya waktu Semua terjadi karena izinmu Pertanyaan yang muncul dalam benaku, sudah sejauh mana langkahku? Walau aku tak mampu menjawab itu Semoga tak kusia-siakan nafasku Juga tak kusia-siakan waktu ku Perlahan, namun pasti. Ujung kehidupanku semakin dekat Karna tak ada yang tahu soal akhirat Sesungguhnya hanya engkau tujuanku Ya Rabb, puji syukurku atas segala nikmat dan karuniamu. Semoga di sisa usiaku Dapat ku manfaatkan untuk semakin berbakti kepadamu Aku ingin menjadi lebih baik, terus berbuat baik, untuk kehidupan yang terbaik Selamat menjajaki usia Life Qwarter Crisis 22 Januari 1998 - 22 Januari 2022

Surga dan Harapan

Satu-satunya yang ku harapkan saat ini hanya surga. Aku candu padamu, tiada yang lain, hanyamu. Karena kamu adalah tempat terakhir manusia, yang tak ada habisnya, dan kekal abadi selamanya. Oh Surga, pantaskah ku mengharapkanmu? Disaat hubunganku dengan Rabbi-ku yang ia selaku pemilikmu dan penciptaku, masih renggang nan masih jauh. Cintaku padanya baru sekadar dimulut saja, belum merasuk kedalam seluruh lubuk hatiku. Aku terkadang masih lalai, masih belum memprioritaskan Rabbi-ku, bahkan masih berat ku pada dunia. Oh Surga, pantaskah ku mengharapkanmu? Disaat hubunganku dengan sesamaku saja masih ku fak mampu menjaganya, perilakuku, perkataanku, tindakanku, masih kerapkali menyakiti orang-orang disekelilingku, atau bahkan mungkin ada yang tak ridho dengan keberadaanku, sungguh jauh aku dari kata sempurna. Oh Surga, pantaskah ku mengharapkanmu? Disaat hubunganku dengan alam disekitarku masih jauh dari kata baik. Aku masih abai, tak peduli, apatis, membiarkan kerusakan-kerusakan te...

Hujan di Bulan Desember

Seketika langit berubah menjadi jingga Lalu turun hujan tak disangka-sangka Hadir ke bumi secara serempak, ku yakin mereka tim yang kompak Tanpa diduga, saat itu memori rindu teringat Mengingatkanku pada angan, bersama kawan-kawan dalam seperjuangan Melewati hari dengan penuh kebersamaan Detik ini ku katakan, bahwa kalian takan terlupakan.

Ikhtiar Pada Yang Maha Penyembuh

Gambar
google image Ketika sakit, Allah sedang cabut salah satu nikmat yang  kita punya yang pula luar biasa yakni kesehatan. Maka pada saat itu juga kita harus memaksimalkan ikhtiar untuk sembuh, dan tetap yakin bahwa yang menyembuhkan hanya Allah swt. Dan kita yang sehat tetap wajib menjaga kesehatan,  dimana kesehatan masuk kedalam salah satu 5 perkara yang harus senantiasa diingat "sehat sebelum sakit". Dan Masyaa Allah, berkat karunianya, Allah  memberikan keseimbangan dalam hidup manusia, maka apapun yang Allah berikan pada hambanya, semoga kita senantiasa dapat mengambil hikmah dibaliknya.