Dari Anak Bungsumu
Mi, Anak bungsumu mohon maaf jika suatu hari nanti aku tak lagi tinggal
bersamamu di istana yang selama ini kita tinggali bersama, karena aku tinggal
bersama pasangan hidupku kelak. Bukan karena aku telah memiliki istri, lantas
aku meninggalkanmu, bukan. Kita harus yakin, setelah ini jalan hidup kita akan
lebih baik dari sebelumnya.
Mi, jasamu membesarkan dan mendidikku selama 25
tahun lebih, itu bukan hal yang kecil. Keringat dan darah perjuangan telah kau
korbankan, bahkan lebih dari pada itu, nyawapun kau pertaruhkan demi anakmu ini. Aku tak bisa membayangkan betapa beratnya jadi umi, dengan penuh kesabaran dan keyakinan umi mampu mengurus keluarga seorang diri.
Mi, Andai saja ada cara untuk membalas jasamu semua, pasti sudah ku balas. Namun
nyatanya aku tak mampu. Hanya bakti dan abdiku saja yang bisa ku haturkan. Tapi
jangan khawatir, kau telah mendidikku dengan baik. Anakmu telah belajar, bahwa
tanggungjawab dan pengabdian seorang anak laki-laki bagi ibunya itu hingga
seumur hidup. Maka aku telah berikrar bahwa, sampai nafas terakhirpun aku akan
senantiasa 'birul walidayn' dan memberikan hal apapun yang mampu kuberikan.
Walaupun dengan itu semua mustahil jasamu semua akan terbalaskan, tapi
setidaknya aku berusaha menjadi anak berbakti yang tak lupa dengan jasa orang
tuanya.
Mi, aku tau kau pasti akan kesepian nanti, karena tempat curhatmu sudah
jarang kau lihat di rumah. Tapi lagi-lagi, umi tak perlu khawatir, aku juga
sudah rencanakan semuanya. Nanti aku akan sering-sering menghubungimu. Lalu,
sesekali jika aku punya uang, aku mau ajak kau jalan-jalan, sebagaimana dulu itu
yang sering umi dan bapak lakukan padaku. Umi mau kan?
Mi, sedewasa apapun
usiaku, aku masih tetap anak kecil bagimu yang membutuhkan perhatian, kasih
sayang dan do'a darimu. Sampai detik ini hanya satu yang ku khawatirkan, yaitu
aku tak lagi mendapatkan curahan do'amu yang tulus dan dahsyat kekuatannya. Aku
mohon, ridhoilah anakmu. Karena ridho Allah bagiku, itu tergantung ridhomu.
Anak
Bungsumu,
Bogor, 12 Agustus 2023

Komentar
Posting Komentar