Surga dan Harapan

Satu-satunya yang ku harapkan saat ini hanya surga. Aku candu padamu, tiada yang lain, hanyamu. Karena kamu adalah tempat terakhir manusia, yang tak ada habisnya, dan kekal abadi selamanya. Oh Surga, pantaskah ku mengharapkanmu? Disaat hubunganku dengan Rabbi-ku yang ia selaku pemilikmu dan penciptaku, masih renggang nan masih jauh. Cintaku padanya baru sekadar dimulut saja, belum merasuk kedalam seluruh lubuk hatiku. Aku terkadang masih lalai, masih belum memprioritaskan Rabbi-ku, bahkan masih berat ku pada dunia. Oh Surga, pantaskah ku mengharapkanmu? Disaat hubunganku dengan sesamaku saja masih ku fak mampu menjaganya, perilakuku, perkataanku, tindakanku, masih kerapkali menyakiti orang-orang disekelilingku, atau bahkan mungkin ada yang tak ridho dengan keberadaanku, sungguh jauh aku dari kata sempurna. Oh Surga, pantaskah ku mengharapkanmu? Disaat hubunganku dengan alam disekitarku masih jauh dari kata baik. Aku masih abai, tak peduli, apatis, membiarkan kerusakan-kerusakan terjadi, cintaku pada alampun masih sama, baru sekedar di mulut saja. Mungkin ketika ku berkaca, betapa belum pantasnya aku memilikimu, namun apa yang bisa ku harapkan setelah ini, selain menikmatimu kelak. Walau berlumur dosa dalam diriku, walau ku merasa tidak pantas berada denganmu, tapi tekadku bulat, aku akan terus berusaha memanfaskan diri dihadapan Rabb-ku untuk bertemu denganmu. #MalamMerenung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Anak Bungsumu